Yang Menginpirasi

Di dunia ini banyak yang mengidolakan orang-orang terkenal sebagai sumber inspirasi mereka, tapi tidak denganku. Aku mengidolakan sosok yang sebelumnya tidak ku kenal, namun merasa dekat setelah membaca cerita cerita tentang dia.

Orang yang menginspirasiku untuk hidup lebih baik, berguna dan bermanfaat bagi sesama adalah Angelina Yofanka, seorang gadis yang telah berpulang kepangkuan-Nya dalam usia muda diantara riam jeram sungai Cikandang.

Fanka, biasa gadis cantik ini disapa, bagi saya adalah sosok luar biasa. Dalam usia yang relatif singkat ia mampu menjadi sosok teladan bagi banyak orang, saya salah satunya.

Bagi saya mungkin perbuatan baik tidak dapat dilakukan setiap saat, namun akan dikenang sampai kapan pun itu.
Sebab yang abadi di dunia ini hanyalah kenangan.

Terima kasih Fanka, the young girl who will be forever young atas kebaikan yang menginpirasi.

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Pergi Mengembara Selagi Usia Masih Muda

Pergi mengembara selagi usia masih muda
Sebab nanti bila janggut sudah turun bagai salju, putih
Tak’kan punya lagi waktu
Selain berbaring dengan muka sedih
Pergi mengembara kemana saja
Misalnya ke desa-desa
Melihat segala yang dapat dilihat
Mencatat segala yang dapat dicatat
Petani yang bagai kerbau dan kerbau yang bagai petani
Yang selalu punya harapan,
betapapun kecilnya hasil yang mereka dapatkan
Pergi mengembara selagi usia masih muda
Sebab jika pantat sudah kapalan kerena terlalu lama duduk di bangku sekolah dan sudah kelewat lelah
Buat memahami segalanya.

Pergi, pergi kemana saja menjelajahi kehidupan dunia
Dan jangan sekedar ikut kursus buat memerintah dan jadi pengurus
Pergi mengembara sampai batas kehidupan dunia
Dimana orang tiada lagi tahu apa sebenarnya yang dituju
Linglung kepada hal yang baik, bingung kepada hal yang buruk
Sebab kehidupan tidak seperti kyai
Cukup dengan hanya mengaji, lalu mengunci diri
Sebab baris ayat suci jadi beku, lapuk dan basi
Dimana orang mulai merasa, dengan kehidupan ikut terlibat
Kebaikan hanyalah sekedar aturan minum obat
Tunggu waktunya, nantikan saat yang tepat
Bagai sembahyang, tidak sembarang waktu kau kerjakan
Karena itu lebih baik pergi, cari apa yang bisa didapat
Selagi badan masih kuat, selagi pikiran masih sehat.

Dan dikala matahari berangsur turun masuk ke kampuh pelupuk
Badan akan pelan-pelan membungkuk berat oleh dosa, ringkuh oleh usia
Dan sejak itu
siapapun mulai rindu
Inginkan ayat ayat. Haus akan ilmu. Dahaga kalimat mukjizat
Hingga suara kliningan penjual es kau sangka lonceng gereja
Atau suara lantang penjual ikan kau kira modin adzan
Nikmat mengenangkan waktu yang lewat
Itupun semacam kesibukan
Waktu sekedar relaks, melemaskan urat-urat
Dan sambil membopong cucu kau sumpahi menantu
Karena keterlaluan, pulang dari luar negeri cuma membawa televisi

Itulah semua, jika usia sudah tua
Bahwa selain encok, batuk dan selesma
Kau pun diserang nostalgia….

*Dikutip Dari Majalah Mahitala Unpar*

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Lalalalala

Pagi ini cuaca kota Bandung begitu bersahabat. Di depan asrama mahasiswa Sulawesi Selatan nampak jalanan masih sunyi, berbeda dari yang saya lihat kemarin pas baru datang.

Hari ini saya akan menuju jalan Aceh 155 untuk mencari informasi terbaru mengenai Pendidikan Dasar Wanadri 2012 sekaligus bersilaturahmi dengan teman-teman yang juga mempunyai tujuan yang sama.

Segitu aja dulu penjelasannya, aku mau mandi :D

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Pohon Bakau – PDW Rawa Laut

Pohon bakau yang kujelang
Kau tumbuh ditepi pantai
Kau tegak ditubuh karang
Penghias tanah airku

Kukagum pada hidupmu
Tak kenal badai dan topan
Menantang datangnya hujan
Menanti terik mentari

Kucoba tuk menembusmu
Kuingin tau hatimu
Tak kuasa ku memelukmu
Aku manusia lemah

Hari ini kuberjanji
Diatas karang dan ombak
Kutatap datangnya esok
Tersenyum menanti pagi

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Goodbye March

Tak terasa bulan maret hampir berakhir. Tabungan untuk mendaki pertengahan tahun sudah mencukupi. I hope to continue to save not let me fall right back up poor later hahahahahaha

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Situ Lembang

GUNUNG DAN POHON POHON
BERTASBIH DIDALAM DIAM
MENJADI SAKSI DAN MEMBISIKAN DOA
MELALUI DESIRAN ANGIN
SEMOGA…

SIAPAPUN YANG MENGINJAK TEMPAT INI,
YANG BERLATIH DITEMPAT INI
HIDUPNYA PENUH ISI ….
PENUH ARTI …. PENUH BHAKTI ….
PADA TUHAN, TANAH AIR
DAN KEMANUSIAAN

SITU LEMBANG, 28 OKTOBER 2008

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Menikmati Petualangan Sehari

Ambon, 11 Maret 2012

Langit nampak murung, awan hitam masih menggantung. Sinar mentari enggan menampakkan diri.

Memasuki minggu kedua bulan berjalan, rasa rinduku untuk menapaki setapak ditengah hutan makin menjadi-jadi.

Hari ini aku akan menuju sebuah lokasi wisata yang letaknya lebih tinggi dari tempat tinggalku. Menurutku disitu tersedia medan hiking yang cukup lumayan meski untuk beberapa jam saja.

Aku mulai mengemasi barang-barangku. Sepatu trekking Karrimor, daypack Eiger jenis stream, serta pakaian lapangan. Tak lupa cemilan dan beberapa botol air mineral.

Berbekal uang 20 ribu rupiah, aku mulai menumpang angkot menuju lokasi perjalananku. Nampak ramai di pintu masuk tempat yang akan menjadi awal perjalanan hari ini. Dari atas jembatan terlihat ibu-ibu yang lagi bersemangat mencuci. Disepanjang jalur menuju tempat yang biasanya disebut dengan air ketujuh, berjejer muda-mudi yang lagi duduk. Entah pacaran atau hanya sekedar melepas penat.

Keringat mulai mengucur saat menapaki perbukitan. Alhamdulillah, inilah suasana yang aku rindukan. Lembab pepohonan dan ranting-ranting yang menghalangi. Aku berjalan dengan sangat lambat supaya lebih menikmati. Toh targetnya tak terlalu jauh. 15 menit berjalan akhirnya aku tiba di sebuah lokasi yang biasa disebut dengan air ketujuh. Aku beristirahat sambil membasuh muka di sungai berair jernih, segar rasanya.

Hampir pukul 12 siang, aku memilih mengisi perut dengan cemilan yang aku bawa. Cuaca masih seperti tadi pagi. Aku berharap semoga tidak turun hujan, sebab kalau seluruh pakaianku basah, maka aku akan sulit naik angkot untuk pulang.

Pukul setengah 1 aku melanjutkan petualangan sehariku. Jalan setapak yang mulai tertutup oleh semak belukar aku lewati. Disini tak ada hiruk pikuk seperti awal perjalananku tadi. Medan yang tak terlalu menanjak sangat aku nikmati. Sesekali angin berhembus menambah semangat. Didepan dan samping berjejer perbukitan hijau yang nampak tersenyum melihat kedatanganku.

Dengan tidak terburu-buru aku menikmati setiap langkah. Aku tak ingin perjalanan ini cepat berlalu. Jalur mulai mendatar, rumput ilalang makin meninggi. Maklum daerah ini jarang sekali dilalui orang. Jalur yang rencananya akan aku lalui telah tertutup semak belukar. Dengan terpaksa aku harus tetap melewatinya meski dengan usaha ekstra. Akupun tak ingin melewati jalur lain meskipun jelas. Sebab persediaan makanan yang aku bawa hanya untuk mengganjal perut saja.

Akhirnya dengan usaha yang lumayan menguras tenaga, akupun dapat melewatinya meski dengan goresan pada lengan yang bikin perih. Jalur mulai menurun, lebih sulit daripada menanjak, sebab aku harus berhati-hati. Dan braaakkkkkk, aku terpeleset jatuh terpelanting terguling-guling. Apa yang aku khawatirkan akhirnya terjadi. Dengan luka memar pada sikut aku mencoba untuk tertawa, menikmati apa yang aku rasakan.

Aku menuju sungai yang letaknya beberapa meter saja dari tempatku jatuh untuk membersihkan lukaku. Hari hampir sore, akupun segera bergegas pulang dengan menyusuri sungai. Kenangan beberapa tahun lalu saat melewati sungai ini membuatku selalu bersemangat. 1 jam berjalan akupun tiba di percabangan antara aliran sungai yang aku lewati dan aliran sungai dari air ketujuh. Akupun kembali menuju air ketujuh dan beristirahat sejenak menghabiskan waktu sebelum kembali melanjutkan untuk pulang ke rumah.

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar